Cari Training



Contact Expertindo

Kantor Expertindo Training
Jl. Kaliurang Km 10, Kompleks Perum Puri Gentan Asri No 11, Yogjakarta

Phone

  • 082327539001 - Tlp/SMS/WA (Triyuni Saputri)
  • 085385532986 - Tlp /SMS/WA (Nafis Afiana)
  • 081392639023 (Eli)

Fax: 0274-4532686

 

Email

mail@expertindo-training.com

expertindotraining@gmail.com







Membangun Sistem Informasi Laboratorium Klinik Yang Efektif (Berbasis Pada Standar Internasional ISO)

Home / Membangun Sistem Informasi Laboratorium Klinik Yang Efektif (Berbasis Pada Standar Internasional ISO)



Deskripsi

 

 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu sebagaimana tertuang pada Pasal 5, ayat 2 serta kewajiban untuk meningkatkan mutu Tenaga Kesehatan (Kompetensi) melalui pelatihan sebagaimana tertuang pada Pasal 25 ayat 1.

Pelayanan Kesehatan merupakan bentuk dari Upaya Kesehatan yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan sebagaimana diamanatkan pada Pasal 47 dan Pasal 48.

Pelayanan Kesehatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif hanya dapat terlaksana melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, termasuk Laboratorium Klinik Terintegrasi yang terselenggara dengan dukungan Informasi Kesehatan (Health Informatics).

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak lepas dari peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi (metode) kesehatan serta kompetensi tenaga kesehatannya termasuk dalam hal ini adalah Laboratorium Klinik beserta Tenaga Kesehatan yang terkait dengannya, yang juga merupakan bagian dari Sumber Daya di Bidang Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik yang menjadi rujukan atau acuan Kriteria Akreditasi Laboratorium Klinik/Kesehatan, mengadopsi (meski tak sepenuhnya) standard ISO 15189:- – Medical Laboratories Requirements for Quality and Competence, yang saat ini merupakan versi 2012 (Risks-Based), serta juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu pada Lampiran – Bab I – Organisasi dan Manajemen, B. Manajemen, Pasal 5 yang tidak lain adalah merupakan ISO 9001:- – Quality Management System Requirements yang saat ini adalah versi 2015 (Risk-Based).

Pada Lampiran Bab VII - Mutu Laboratorium sebenarnya juga merujuk pada ISO/TR 10013:2001 – Guidelines for Management Systems Documentation.

Pada Lampiran Bab VIII – Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium juga merujuk pada ISO 15190:2003 – Medical Laboratory Requirements for Safety.

Perlu pula disimak bahwa Aliran Informasi (Information Flow) dan Aktivitas yang Bernilai Tambah (Value-Added Activity) adalah merupakan basis atau fondasi dari Kerangka Kerja (Framework) dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:-

Aliran Informasi tsb itulah yang akan membentuk Sistem Informasi (Information System) dari suatu Organisasi termasuk pada Laboratorium Klinik.

Hal tsb sebagaimana tergambar dalam Annex A.11-Data ISO 9000:2015 – Fundamentals and Vocabulary.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik, pada Lampiran - Bab I.B. Organisasi dan Manajemen ayat 2 menyatakan bahwa  Informasi dan Alur Pelayanan harus berjalan secara optimal untuk menjamin mutu pelayanan Laboratorium Klinik.

Pada umumnya Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Klinik terdiri atas:

<!--[if !supportLists]-->a)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Pelayanan

<!--[if !supportLists]-->b)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Kepegawaian

<!--[if !supportLists]-->c)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Keuangan/Akuntansi

<!--[if !supportLists]-->d)     <!--[endif]-->Sistem Informasi Logistik

Hal tersebut menjadi sangat penting karena Sistem Informasi merupakan jantung dari aktivitas di Laboratorium Klinik terutama Sistem Informasi Akuntansi dengan Akuntansi Manajemen-nya, serta akan menjadi sangat penting bagi Laboratorium yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

Manfaat

  1. Para Pengelola Laboratorium Klinik dan Tenaga Kesehatan Klinik serta Para Mahasiswa sebagai Calon Pengelola mengenal cara meningkatkan Sistem Informasi Manajemen yang berbasis pada Standar Internasional ISO.
  2. Para Pengelola Laboratorium Klinik dan Tenaga Kesehatan Klinik menjadi lebih siap dalam memenuhi peraturan dan perundangan yang terkait serta lebih siap dalam menghadapi akreditasi, baik oleh Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan (KALK) maupun oleh Komte Akreditasi Nasional (KAN).
  3. Para Tenaga Kesehatan dan Calon Tenaga Kesehatan di bidang Laboratorium Klinik dapat mengenal Standar Internasional ISO di bidang Laboratorium Klinik serta mengerti cara meningkatkan kompetensinya.
  4. Bagi Laboratorium Klinik yang meraih Sertifikat ISO 15189:- akan lebih mudah untuk mendapatkan kerja sama dengan Institusi atau Lembaga lain.
  5. Menjadi Program Dasar untuk mengikuti program selanjutnya yaitu ISO 35001:2017 – Laboratory Biorisk Management System.

Materi

  1. Tinjauan umum tentang UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
  2. Tinjauan Umum tentang PMK No. 43 tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik (CPLKB)
  3. Tinjauan Umum tentang ISO 15189:2012 – Medical Laboratories -  Requirements for Quality and Competence.
  4. Tinjauan Umum tentang ISO 15190:2003 – Medical Laboratories – Requirements for Safety.
  5. Tinjauan Umum tentang ISO/TR 10013:2001 - Guidelines for Management Systems Documentation.
  6. Tinjauan Umum tentang ISO 9001:2015 – Quality Management System Requirements.
  7. Tinjauan Umum tentang Persyaratan Akreditasi Laboratorium Klinik/Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan (KALK) dan oleh KAN.
  8. Memahami Komponen Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Klinik:
  9. Buku Besar dan Pelaporan sebagai Pangkalan Basis Data.
  10. Siklus Pendapatan (Marketing Management) sebagai Customer Database dan Sistem Informasi Layanan.
  11. Siklus Pengeluaran (Pengadaan Bahan) sebagai Sistem Informasi Logistik.
  12. Siklus Penganggaran dan
  13. Siklus Pengendalian sebagai Sistem Internal Audit.
  14. Memahami Fungsi Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Klinik
  15. Memahami Faktor yang mempengaruhi Desain Sistem Informasi Manajemen
  16. Memahami cara penyajian dan peran Laporan Kinerja Laboratorium Klinik
  17. Meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi Biaya Kualitas Buruk untuk meningkatkan yananan yang lebih kompetitif
  18. Memperbaiki efektifitas dan efisiensi Sumber Daya Laboratorium Klinik.

 

 

Metode

  1. Presentation
  2. Discuses
  3. Case study 

 

Fasilitas

  1. Quota minimum 2 peserta
  2. Fasilitas : Certificate,Training kits, USB,Lunch,Coffe Break, Souvenir 
  3. Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/Stasiun ke Hotel (Bagi Perusahaan yang mengirimkan minimal 3 orang peserta). 

 

Instruktur

Mochammad Aulia Rinadi And Team

 

UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu sebagaimana tertuang pada Pasal 5, ayat 2 serta kewajiban untuk meningkatkan mutu Tenaga Kesehatan (Kompetensi) melalui pelatihan sebagaimana tertuang pada Pasal 25 ayat 1.

Pelayanan Kesehatan merupakan bentuk dari Upaya Kesehatan yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan sebagaimana diamanatkan pada Pasal 47 dan Pasal 48.

Pelayanan Kesehatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif hanya dapat terlaksana melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, termasuk Laboratorium Klinik Terintegrasi yang terselenggara dengan dukungan Informasi Kesehatan (Health Informatics).

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak lepas dari peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi (metode) kesehatan serta kompetensi tenaga kesehatannya termasuk dalam hal ini adalah Laboratorium Klinik beserta Tenaga Kesehatan yang terkait dengannya, yang juga merupakan bagian dari Sumber Daya di Bidang Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik yang menjadi rujukan atau acuan Kriteria Akreditasi Laboratorium Klinik/Kesehatan, mengadopsi (meski tak sepenuhnya) standard ISO 15189:- – Medical Laboratories Requirements for Quality and Competence, yang saat ini merupakan versi 2012 (Risks-Based), serta juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu pada Lampiran – Bab I – Organisasi dan Manajemen, B. Manajemen, Pasal 5 yang tidak lain adalah merupakan ISO 9001:- – Quality Management System Requirements yang saat ini adalah versi 2015 (Risk-Based).

Pada Lampiran Bab VII - Mutu Laboratorium sebenarnya juga merujuk pada ISO/TR 10013:2001 – Guidelines for Management Systems Documentation.

Pada Lampiran Bab VIII – Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium juga merujuk pada ISO 15190:2003 – Medical Laboratory Requirements for Safety.

Perlu pula disimak bahwa Aliran Informasi (Information Flow) dan Aktivitas yang Bernilai Tambah (Value-Added Activity) adalah merupakan basis atau fondasi dari Kerangka Kerja (Framework) dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:-

Aliran Informasi tsb itulah yang akan membentuk Sistem Informasi (Information System) dari suatu Organisasi termasuk pada Laboratorium Klinik.

Hal tsb sebagaimana tergambar dalam Annex A.11-Data ISO 9000:2015 – Fundamentals and Vocabulary.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik, pada Lampiran - Bab I.B. Organisasi dan Manajemen ayat 2 menyatakan bahwa  Informasi dan Alur Pelayanan harus berjalan secara optimal untuk menjamin mutu pelayanan Laboratorium Klinik.

Pada umumnya Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Klinik terdiri atas:

<!--[if !supportLists]-->a)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Pelayanan

<!--[if !supportLists]-->b)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Kepegawaian

<!--[if !supportLists]-->c)      <!--[endif]-->Sistem Informasi Keuangan/Akuntansi

<!--[if !supportLists]-->d)     <!--[endif]-->Sistem Informasi Logistik

Hal tersebut menjadi sangat penting karena Sistem Informasi merupakan jantung dari aktivitas di Laboratorium Klinik terutama Sistem Informasi Akuntansi dengan Akuntansi Manajemen-nya, serta akan menjadi sangat penting bagi Laboratorium yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU)