Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?

Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?
May 11, 2023 No Comments » Blog adminweb

Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?

Seiring kemajuan dan berkembangnya perusahaan, sistem perusahaan akan menjadi usang atau kurang efektif. Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan seringkali perlu membuat komponen tambahan untuk melengkapi sistem mereka yang sudah ada atau mengganti seluruhnya. Untuk menjalankan proses ini secara efektif, para pebisnis yang ingin meningkatkan efisiensi organisasi mereka dapat mempelajari konsep analisis dan desain sistem.

Ilustrasi Gambar Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?

Ilustrasi Gambar Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?

Apa Itu Analisis dan Desain Sistem?

Analisis dan desain sistem adalah proses yang digunakan banyak perusahaan untuk mengevaluasi situasi bisnis tertentu dan mengembangkan cara untuk memperbaikinya melalui metode yang lebih optimal. Perusahaan dapat menggunakan proses ini untuk membentuk kembali organisasi mereka atau memenuhi tujuan bisnis yang berkaitan dengan pertumbuhan dan profitabilitas. Analisis dan desain sistem juga biasanya menekankan bagaimana sistem bekerja, hubungannya dengan subsistem lain, dan kemampuan keduanya untuk memenuhi tujuan tertentu. Hal ini umumnya melibatkan analisis kinerja sistem dan kualitas keluarannya.

Analisis sistem adalah proses pengumpulan data, menafsirkan informasi, mengidentifikasi masalah dan menggunakan hasilnya untuk merekomendasikan atau mengembangkan kemungkinan perbaikan sistem. Selama proses ini, perusahaan juga dapat mengevaluasi kebutuhan bisnis untuk masa depan dan bagaimana perbaikannya. Desain sistem melibatkan proses di mana organisasi mengembangkan sistem atau strategi yang lebih baru untuk melengkapi atau mengganti yang sudah ada. Siklus desain dan pengembangan ini meliputi perencanaan, analisis, desain, implementasi dan pemeliharaan.

Tujuan utama dari analisis sistem adalah untuk memahami secara menyeluruh tentang bagaimana sistem berfungsi, termasuk komponen, proses, interaksi, dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam analisis sistem, analis sistem bekerja sama dengan pemangku kepentingan bisnis, seperti pengguna sistem, manajer, dan pemilik bisnis, untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh sistem.

Analisis sistem merupakan tahap kritis dalam siklus pengembangan sistem. Dengan melakukan analisis yang komprehensif, analis sistem dapat memastikan bahwa solusi yang diusulkan akan efektif, efisien, dan memenuhi kebutuhan bisnis yang ada.

Manfaat Analisis dan Desain Sistem

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari analisis dan desain sistem, antara lain:

  1. Peningkatan Efisiensi Operasional: Melalui analisis dan desain sistem, organisasi dapat mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan dan menemukan solusi yang lebih efisien. Dengan mengoptimalkan proses bisnis, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya.
  2. Pemahaman Struktur yang Kompleks: Analisis dan desain sistem membantu dalam memahami struktur kompleks dari sistem yang ada atau yang akan dibangun. Dengan menggunakan alat-alat seperti diagram alir data, diagram entity-relationship, dan diagram arsitektur sistem, organisasi dapat memetakan dan memvisualisasikan hubungan antara komponen sistem yang berbeda.
  3. Manajemen Perubahan Bisnis yang Lebih Baik: Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, perubahan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Analisis dan desain sistem membantu organisasi dalam mengelola perubahan bisnis dengan lebih baik. Dengan memahami kebutuhan bisnis dan mengidentifikasi dampak perubahan terhadap sistem, organisasi dapat merencanakan dan mengimplementasikan perubahan secara efektif.
  4. Penyesuaian dengan Lingkungan dan Prioritas Strategis: Analisis dan desain sistem membantu organisasi dalam memastikan bahwa sistem yang ada atau yang akan dibangun sejalan dengan lingkungan bisnis dan prioritas strategis perusahaan. Dengan memahami kebutuhan pemangku kepentingan dan persyaratan lingkungan, organisasi dapat merancang sistem yang relevan dan dapat memberikan nilai tambah.
  5. Identifikasi Risiko dan Ancaman: Dalam proses analisis dan desain sistem, organisasi dapat mengidentifikasi potensi risiko dan ancaman yang mungkin muncul dalam operasional sistem. Dengan mengidentifikasi risiko tersebut, organisasi dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.
  6. Pengurangan Masalah TI dan Beban Kerja Karyawan TI: Melalui analisis dan desain sistem yang baik, organisasi dapat mengurangi masalah terkait teknologi informasi (TI) dan mengurangi beban kerja karyawan TI. Dengan merancang sistem yang lebih efisien dan handal, perusahaan dapat mengurangi gangguan teknis, kegagalan sistem, dan pemeliharaan yang berlebihan.
  7. Penghematan Biaya: Organisasi dapat mengidentifikasi area-area di mana penghematan biaya dapat dicapai. Perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dan anggaran dengan lebih efisien dengan mengoptimalkan proses bisnis, mengurangi redundansi, dan menghindari biaya yang tidak perlu.

6 Alat dan Teknik Analisis dan Desain Sistem

Berikut ini adalah beberapa alat dan teknik yang bisa digunakan untuk analisis dan desain sistem di organisasi Anda sendiri:

  1. Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) atau Bubble Chart

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram/DFD) adalah alat visual yang digunakan untuk menggambarkan aliran data di dalam sistem. DFD menggambarkan bagaimana data diproses, disimpan, dan berpindah antara berbagai komponen sistem. Dengan menggunakan DFD, analis sistem dapat memahami interaksi antara entitas dalam sistem dan mengidentifikasi masalah atau area yang membutuhkan perbaikan. DFD mengilustrasikan bagaimana informasi mengalir di antara berbagai fungsi sistem dan mendemonstrasikan proses implementasi sistem saat ini. DFD juga meringkas informasi apa yang diproses sistem, transformasi apa yang dilakukannya, di mana ia menyimpan data, apa yang dihasilkannya, dan ke mana hasil itu pergi. Desain grafis DFD biasanya membuat komunikasi lebih mudah antara pengguna dan analis atau analis dan desainer.

  1. Kamus Data

Kamus data adalah wadah terstruktur yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisir informasi tentang data yang digunakan dalam sistem. Kamus data berisi definisi data, tipe data, panjang data, dan atribut lainnya. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat memastikan konsistensi dan pemahaman yang tepat tentang data yang digunakan dalam sistem. Kamus data umumnya meningkatkan komunikasi antara pengguna dan analis sistem serta merupakan bagian penting dalam membangun database karena analis dapat menggunakannya untuk memanipulasi dan mengontrol akses database.

Ada dua jenis kamus data. Kamus aktif berhubungan dengan database tertentu dan memperbarui secara otomatis dengan sistem manajemen data. Koneksinya ke database tertentu terkadang membuatnya lebih sulit untuk mentransfer data. Di sisi lain, kamus data pasif tidak terhubung ke server atau database tertentu, sehingga dapat meningkatkan upaya transfer data. Kamus ini tidak diperbarui secara otomatis dan memerlukan pemeliharaan manual untuk mencegah metadata asinkron.

  1. Pohon Keputusan

Decision tree atau pohon keputusan membantu bisnis Anda dengan mendefinisikan hubungan dan keputusan yang kompleks dalam diagram yang terorganisir. Diagram ini mengungkapkan kondisi dan tindakan alternatif dalam bentuk pohon horizontal dan menunjukkan kondisi mana yang dapat dipertimbangkan organisasi terlebih dahulu, kemudian masing-masing sesuai urutan kepentingannya. Pohon keputusan mengilustrasikan hubungan setiap kondisi dengan tindakannya, sehingga analis bisa mempertimbangkan urutan keputusan dan mengidentifikasi yang terbaik. Dengan memahami konsekuensi dari setiap keputusan, analis sistem dapat merancang sistem yang menghasilkan keputusan yang tepat dalam berbagai situasi.

  1. Tabel Keputusan

Decision tables atau tabel keputusan dapat meningkatkan pemahaman umum tentang hubungan logis yang kompleks dengan menyediakan matriks baris dan kolom untuk menentukan masalah dan kemungkinan tindakan. Banyak organisasi mungkin menganggap alat ini berguna di situasi di mana tindakan tertentu bergantung pada terjadinya satu atau kombinasi kondisi. Dalam tabel keputusan, aturan keputusan menentukan hubungan antara keputusan, kondisi, dan tindakan.

  1. Kode Semu

Pseudocode atau kode semu adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah atau algoritma dalam bentuk bahasa pemrograman yang mirip dengan manusia. Kode semu membantu analis sistem dalam memahami logika dan urutan langkah-langkah yang diperlukan dalam sistem. Dengan menggunakan kode semu, analis sistem dapat merancang logika program dengan lebih jelas sebelum melakukan implementasi.

  1. Simulasi

Simulasi adalah alat yang digunakan untuk memodelkan sistem nyata dan mensimulasikan perilaku sistem dalam lingkungan yang terkontrol. Simulasi memungkinkan analis sistem untuk menguji berbagai skenario dan melihat dampaknya terhadap sistem secara virtual. Dengan menggunakan simulasi, analis sistem dapat mengidentifikasi kelemahan atau area yang memerlukan perbaikan sebelum implementasi sistem.

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang analisis dan desain sistem, Anda bisa mengikuti training yang kami tawarkan =>

System Analyst and Design

 

 

Referensi

What is system analysis and design? (plus benefits). (Maret 11, 2023). https://www.indeed.com/career-advice/career-development/what-is-system-analysis-and-design#:~:text=System%20analysis%20and%20design%20is,related%20to%20growth%20and%20profitability.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh Bantuan? Chat Dengan Kami
PT Expertindo Training
Dengan Expertindo-Training.com, ada yang bisa Kami bantu?