Perkembangan Teknologi Terkini dalam Mempercepat Produksi Vaksin Covid-19

Perkembangan Teknologi Terkini dalam Mempercepat Produksi Vaksin Covid-19
July 15, 2021 No Comments » News adminwebsite

Pada akhir tahun 2019 muncul suatu pandemi yang berasal dari China yang dikenal sebagai Covid-19. Tidak hanya di China, pandemi tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Covid-19 disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 atau disingkat SARS-CoV-2 yang menyerang saluran pernafasan. SARS-CoV-2 merupakan virus RNA rantai positif yang termasuk Betacoronavirus (BetaCoV). Selain SARS-CoV-2, terdapat beberapa virus lainnya yang termasuk ke dalam Betacoronavirus yaitu SARS-CoV dan MERS-CoV. Ketiganya merupakan zoonosis yang berkaitan dengan saluran pernafasan.

World Health Organization telah menetapkan Covid- 19 sebagai darurat kesehatan global. Melihat situasi seperti ini, salah satu metode yang sangat memungkinkan buat menghindari semakin luasnya penyebaran pandemi ini merupakan dengan pengembangan pembuatan vaksin. Vaksin tidak cuma membagikan proteksi untuk orang- orang yang divaksinasi, tetapi juga untuk warga luas dengan kurangi penyebaran penyakit dalam suatu populasi. Virus SARS- CoV- 2 menyebar dari manusia ke manusia. Menariknya, rantai penularan dari manusia ke manusia ini bisa terputus, apalagi bila tidak terdapat kekebalan 100%, perihal tersebut diucap selaku” herd immunity” ataupun” community protection”, yang merupakan khasiat penting dari vaksinasi. Walaupun vaksin buat SARS serta MERS belum ditemui, tidak menutup mungkin buat ditemuinya vaksin covid- 19.  Pengembangan vaksin yang aman dan efektif untuk mengendalikan pandemi ini sangat penting karena diharapkan dapat menghambat penyebarannya dan mencegah terulangnya kembali di masa depan.

Vaksin merupakan agen biologis yang memiliki respons imun terhadap antigen spesifik yang berasal dari patogen penyebab penyakit menular. Target untuk vaksin covid- 19 secara universal merupakan protein S. Umumnya dalam proses penciptaan mengikutsertakan 2 langkah berarti yang dibutuhkan saat sebelum vaksin dibawa ke uji klinik. Pertama, vaksin diuji dalam model hewan yang pas untuk melihat apakah itu protektif. Tetapi, model hewan buat SARS- CoV- 2 bisa jadi susah untuk dibesarkan. Virus ini tidak berkembang pada tikus jenis liar serta cuma menyebabkan penyakit ringan pada hewan transgenik yang mengekspresikan ACE2 manusia. Pengembangan vaksin untuk penggunaan manusia dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun, terutama ketika digunakannya teknologi baru yang belum pernah diujikan secara ekstensif untuk keamanan atau ditingkatkan untuk produksi massal.

Jenis teknologi pembuatan vaksin :

  • Vaksin Inaktiv : Selain disesuaikan dengan strain virus, prosedur pembuatan vaksin menggunakan teknologi ini memerlukan fokus untuk beberapa elemen penunjangnya, seperti waktu, suhu inkubasi, buffer, konsentrasi reagen yang digunakan untuk menghasilkan produk yang fungsional
  • Vaksin yang dilemahkan : Vaksin yang dilemahkan termasuk ke dalam vaksin yang berlisensi saat ini, selain vaksin inaktif. Selain itu, teknologi vaksin yang dilemahkan telah diaplikasikan dalam pembuatan vaksin influenza, yaitu dengan memanfaatkan telur ayam berembrio yang dimurnikan dengan ultrasonografi gradient sukrosa.
  • Vaksin Subunit : Dilaporkan bahwa vaksin subunit protein virus S untuk SARS-CoV menghasilkan titer antibodi netralisasi yang lebih tinggi dan perlindungan yang lebih lengkap daripada vaksin SARS-CoV yang dilemahkan, protein S panjang penuh, dan vaksin protein S berbasis DNA.
  • Vaksin berbasis vektor virus : Vektor virus dianggap sebagai teknologi potensial untuk terapi gen dan vaksin .Selain adenovirus, beberapa virus lain yang sudah digunakan dalam perkembangan pembuatan vaksin diantaranya adalah alphavirus, herpes virus, poxvirus, vesicular stomatitis virus, dan vaccinia virus
  • Vaksin berbasis DNA : Sari, Majalah Farmasetika, 5 (5) 2020, 204-217 Untuk mengatasi keterbatasan ini, berbagai teknologi telah dievaluasi dan pendekatan saat ini yang paling menjanjikan yaitu dengan melibatkan elektroporasi atau alat pengiriman injector untuk memfasilitasi masuknya DNA kedalam sel dan stimulasi sistem kekebalan melalui penggunaan adjuvant genetik (yaitu, ekspresi in situ molekul aktif secara imunologis yang dikodekan oleh Vaksin DNA)40.
  • Vaksin berbasis RNA : Vaksin berbasis asam nukleat telah lama dijanjikan sebagai vaksin yang dapat diproduksi dengan cepat sebagai respons terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat, aman, dan memperoleh respons imun protektif.
Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh Bantuan? Chat Dengan Kami
PT Expertindo Training
Dengan Expertindo-Training.com, ada yang bisa Kami bantu?