7 Tahap Software Development Life Cycle

7 Tahap Software Development Life Cycle
May 11, 2023 No Comments » Blog adminweb

7 Tahap Software Development Life Cycle

Membangun perangkat lunak adalah pekerjaan yang besar, itulah sebabnya tim produk digital mengandalkan siklus hidup pengembangan perangkat lunak atau software development life cycle (SDLC).

Apa Itu SDLC?

Siklus hidup pengembangan perangkat lunak (SDLC) adalah proses yang digunakan tim pengembang untuk membuat perangkat lunak yang unggul dalam hal kualitas, efektivitas biaya, dan efisiensi waktu. Tujuan utamanya adalah meminimalisir risiko dan memastikan bahwa perangkat lunak tersebut memenuhi harapan pelanggan selama produksi berlangsung dan setelahnya. Dalam proses ini, rencana terperinci disusun untuk memandu pengembangan produk dan kemudian memecah proses pengembangan menjadi modul yang lebih kecil yang dapat ditetapkan, diselesaikan, dan diukur agar semuanya lebih mudah dikelola.

Manfaat SDLC

Mengelola persyaratan yang berubah, mengikuti perkembangan teknologi baru, dan bekerja secara kolaboratif dapat menjadi tantangan. Di sini lah SDLC dibutuhkan. SDLC menyajikan kerangka kerja bagi pengembang untuk mengelola proses pengembangan secara sistematis, dengan tujuan dan hasil yang jelas di setiap tahap. Dengan menggunakan SDLC, pengembang dapat memastikan bahwa semua pemangku kepentingan menyetujui tujuan dan persyaratan pengembangan perangkat lunak di awal dan memiliki rencana untuk mencapainya.

Berikut adalah beberapa manfaat khusus dari SDLC:

  • Meningkatnya visibilitas proses pengembangan untuk semua pemangku kepentingan yang terlibat
  • Estimasi, perencanaan, dan penjadwalan yang lebih efisien
  • Meningkatnya manajemen risiko dan estimasi biaya
  • Pendekatan sistematis untuk memberikan perangkat lunak yang memenuhi harapan pelanggan dan meningkatkan kepuasan
Ilustrasi Gambar 7 Tahap Software Development Life Cycle

Ilustrasi Gambar 7 Tahap Software Development Life Cycle

7 Tahap Software Development Life Cycle

Proses SDLC akan terlihat sedikit berbeda tergantung tim dan produknya. Namun, berikut ini adalah tahapan yang dimiliki oleh sebagian besar kerangka kerja SDLC:

1. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan (juga disebut dengan istilah tahap kelayakan) persis seperti namanya: tahap di mana pengembang merencanakan proyek yang akan datang. Tahap ini membantu mendefinisikan masalah dan ruang lingkup sistem yang ada serta menentukan tujuan untuk sistem yang baru. Dengan mengembangkan outline yang efektif untuk siklus pengembangan yang akan datang, secara teoritis permasalahan akan terungkap sebelum mempengaruhi pengembangan. Tahap perencanaan juga membantu mengamankan pendanaan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana. Selain itu, di tahap perencanaan jadwal proyek ditetapkan, sehingga dapat menjadi kunci penting jika pengembangan ditujukan untuk produk komersial yang harus dikirim ke pasar pada waktu tertentu.

2. Tahap Analisis

Pada tahap analisis, pengembang mengumpulkan semua detail spesifik yang diperlukan untuk sistem baru serta menentukan ide awal untuk prototipe. Pengembang dapat:

  • Menentukan persyaratan sistem prototipe apa pun
  • Mengevaluasi alternatif untuk prototipe yang ada
  • Melakukan penelitian dan analisis untuk menentukan kebutuhan pengguna akhir atau end user

Selain itu, pengembang juga seringkali membuat spesifikasi kebutuhan perangkat lunak atau dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (software requirement specification, SRS). Hal ini meliputi semua spesifikasi perangkat lunak, perangkat keras, dan persyaratan jaringan untuk sistem yang akan mereka bangun. Dengan demikian, hal tersebut akan mencegah mereka untuk menarik dana atau sumber daya secara berlebihan saat bekerja di tempat yang sama dengan tim pengembang lainnya.

3. Tahap Desain

Pada tahap desain, rencana dan visi dijabarkan ke dalam dokumen desain perangkat lunak (software design document, SDD) yang mencakup desain sistem, bahasa pemrograman, template, platform untuk digunakan, dan langkah-langkah keamanan aplikasi. Di sini, pengembang membuat bagan alur bagaimana perangkat lunak merespons tindakan pengguna.

Pengembang pertama-tama akan menguraikan detail untuk keseluruhan aplikasi, seperti:

  • Antarmuka pengguna (user interface)
  • Antarmuka sistem (system interface)
  • Jaringan dan persyaratan jaringan
  • Database

Pengembang biasanya mengubah dokumen SRS yang mereka buat menjadi struktur yang lebih logis yang nantinya dapat diimplementasikan dalam bahasa pemrograman. Semua rencana operasi, pelatihan, dan pemeliharaan akan disusun sehingga pengembang tahu apa yang perlu mereka lakukan di setiap tahap siklus ke depannya. Setelah selesai, manajer pengembangan akan menyiapkan dokumen desain yang akan dirujuk di tahap-tahap SDLC yang berikutnya.

4. Tahap Pengembangan

Tahap pengembangan adalah bagian di mana pengembang benar-benar menulis kode dan membangun aplikasi sesuai dengan dokumen desain sebelumnya dan spesifikasi yang digariskan. Di sini lah metode pengujian Static Application Security Testing (SAST) berperan.

Kode program produk dibangun sesuai spesifikasi dokumen desain. Secara teori, semua perencanaan dan garis besar yang dibuat sebelumnya seharusnya memudahkan tahap pengembangan. Pengembang akan mengikuti pedoman pengkodean seperti yang ditentukan oleh organisasi dan menggunakan berbagai macam alat seperti compiler, debugger, dan juru bahasa.

5. Tahap Pengujian

Membangun perangkat lunak bukan lah akhir. Pada tahap ini, perangkat lunak harus diuji untuk memastikan bahwa tidak ada bug dan pengalaman pengguna akhir tetap positif.

Selama tahap pengujian, pengembang memeriksa perangkat lunak dengan teliti, mencatat setiap bug atau cacat yang perlu dilacak, diperbaiki, dan kemudian diuji ulang. Perangkat lunak secara keseluruhan harus memenuhi standar kualitas yang sebelumnya ditentukan dalam dokumen SRS. Bergantung pada keterampilan pengembang, kerumitan perangkat lunak, dan persyaratan pengguna akhir, pengujian dapat menjadi tahap yang sangat singkat atau justru membutuhkan waktu yang sangat lama.

6. Tahap Implementasi dan Integrasi

Setelah tahap pengujian, desain keseluruhan untuk perangkat lunak digabungkan. Modul atau desain yang berbeda akan diintegrasikan ke dalam kode sumber utama melalui pengembang, biasanya dengan memanfaatkan lingkungan pelatihan untuk mendeteksi kesalahan atau cacat lebih lanjut. Sistem informasi akan diintegrasikan ke dalam lingkungan tersebut dan akhirnya dipasang. Setelah melewati tahap ini, perangkat lunak secara teoritis siap dipasarkan dan dapat diberikan kepada pengguna akhir .

7. Tahap Pemeliharaan

SDLC tidak berakhir meskipun perangkat lunak sudah mencapai pasar. Di tahap ini, pengembang harus beralih ke mode pemeliharaan dan mulai mempraktikkan aktivitas apa pun yang diperlukan untuk menangani masalah yang dilaporkan oleh pengguna akhir. Selain itu, pengembang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan setiap perubahan yang mungkin diperlukan perangkat lunak setelah disebarkan. Hal ini dapat mencakup penanganan sisa bug yang tidak dapat diperbaiki sebelum perangkat lunak diluncurkan atau menyelesaikan masalah baru yang muncul dari laporan pengguna. Sistem yang lebih besar mungkin memerlukan tahap perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan sistem yang lebih kecil.

Peran Analis Sistem

Peran analis sistem dalam Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC) sangat penting untuk memastikan pengembangan sistem yang sukses. Berikut adalah beberapa peran analis sistem :

  • Berinteraksi dengan pemangku kepentingan bisnis untuk memahami kebutuhan dan tujuan organisasi terkait sistem yang akan dikembangkan
  • Berdasarkan pemahaman kebutuhan bisnis, analis sistem membantu merumuskan tujuan proyek yang jelas dan terukur
  • Melakukan wawancara dengan pengguna sistem, mengumpulkan kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta menganalisis kebutuhan tersebut untuk merumuskan persyaratan sistem yang jelas
  • Mempelajari proses bisnis yang ada, mengidentifikasi kelemahan dan peluang untuk perbaikan, dan merancang solusi yang efektif
  • Mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang mungkin timbul selama pengembangan sistem, seperti risiko teknis, operasional, atau keamanan
  • Merancang struktur sistem dengan menggunakan alat dan teknik desain yang sesuai
  • Menyusun spesifikasi desain yang terperinci, termasuk rancangan antarmuka pengguna, struktur database, dan spesifikasi teknis lainnya
  • Bekerja sama dengan tim pengembang untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang desain sistem dan memastikan implementasi sesuai dengan persyaratan
  • Bekerja sama dengan tim pengembang dalam proses pengkodean dan pengujian sistem, memberikan dukungan dan klarifikasi jika ada pertanyaan atau kebutuhan tambahan
  • Membantu dalam mengelola perubahan yang mungkin terjadi selama implementasi, memastikan bahwa perubahan tersebut terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan persyaratan sistem
  • Menganalisis masalah yang timbul setelah sistem diimplementasikan, mengidentifikasi akar penyebab masalah dan menyarankan solusi perbaikan
  • Memantau kinerja sistem, mengumpulkan umpan balik dari pengguna, dan memperbaiki sistem jika diperlukan

Jika Anda tertarik untuk mendalami SDLC lebih lanjut atau mengasah keterampilan analisis dan desain sistem, berikut ini adalah training yang kami tawarkan =>

System Analyst and Design

 

Referensi

Preston, M. (Januari 21, 2023). System development life cycle guide. https://www.clouddefense.ai/blog/system-development-life-cycle

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Butuh Bantuan? Chat Dengan Kami
PT Expertindo Training
Dengan Expertindo-Training.com, ada yang bisa Kami bantu?